...Welcome to SuhenoxiouS...

Kamis, 05 Juni 2014

Pohon Kelapa



Siang ini aku merasa lelah dan haus sekali. Maklum, cuaca lagi panas-panasnya. Segera setelah kuliah berakhir, aku beranjak pulang ke kost. Matahari sedang bergairahnya menyengat ubun-ubun kepala sepanjang perjalanan pulang. Jarak kampus ke “kost sweet kost” memang tidak terlalu jauh, tapi terasa jauh karena dorongan dahaga tersebut. Di tengah perjalanan, aku melihat ada warung yang menjual es kelapa muda. Aku segera mendaratkan pantatku di bangku yang disediakan.

“Nande,, pesan satu yaa.. Minum sini aja..”

Tak butuh waktu yang lama, pesanan datang. Aku meminum es kelapa muda tersebut tanpa banyak mukadimah lagi. Segar betul rasanya. Panas yang terasa mulai mendingin, rasa lelah sedikit tereduksi karena sudah mulai duduk di warung nande-nande ini. Belum lagi datang terpaan angin sepoi-sepoi ke wajahku yang kusam.

Sembari minum es kelapa muda tersebut, aku memikirkan betapa berharganya sesuatu barang dan momen. Dulu saya dan kawan-kawan dari SMAN Agam Cendekia tidak perlu membayar apapun untuk meminum es kelapa muda. Di depan asrama Marapi kami, ada pohon kelapa yang tumbuh dengan seksinya. Dia siap kami grepe-grepe dan petik jika lagi kangen minum air kelapanya, atau makan isinya.

Pohon kelapa itu tumbuh di depan kamar 9 Marapi. Tak jarang, rekan-rekan dari kamar tersebut menjadi host yang baik jika ada kegiatan panen kelapa. Biasanya kami berkumpul disana sesaat sebelum eksekusi. Bahkan sang tuan rumah berkenan memanjat pohon kelapa dan menjatuhkannya untuk dipungut oleh kami di bawah, hehe (*licik). Yaa, rekan dari kamar lain membantu juga lah di lain waktunya.

Menyenangkan sekali bisa menjalin momen itu dulunya. Kami panen bersama, minum air kelapa mudanya bersama, bersenda gurau bersama. Seolah siang itu adalah milik kami. Sang panas mentari pun ikut cemburu kepada kami. Hal ini kami lakukan bukan hanya sekali, dua kali, tapi selama kami mau sejak menghuni Asrama Marapi SMAN Agam Cendekia.

Sekarang, setelah kami menjadi alumni dan berlainan almamater, momen itu belum terwujud kembali. Entahlah di masa yang akan datang. Yang pasti aku tersenyum simpul saja mengingat masa itu di warung tersebut, yang juga menjual gorengan hangat.

Yang mau kusampaikan, banyak hal kecil yang sepele tapi sebetulnya berharga dalam masa lalu kita. Kita bisa membeli es kelapa muda dengan murah, seharga Rp 3000 saja, tapi kita tidak bisa membeli momen istimewa menikmati kelapa muda bersama rekan-rekan lainnya. Butuh banyak faktor yang harus dilewati untuk mengumpulkan kami kembali dan memanjat kembali sang pohon kelapa.

Oh ya,, titip salam buat si pohon kelapa kami.. semoga dia masih se-seksi dulu. Ini aku punya foto dia walau tinggal satu saja. Maklum lah, sekolah kami dengan sistem asrama yang ketat, melarang kami untuk membawa kamera dan handphone, kecuali untuk keperluan khusus.


Yang suka, tolong di like ya page fb kami dan follow twitternya juga..
Yang ada kesan dan pesan, komeng aja dibawah yoow..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar